TAROT LENGKAP
Tujuh puluh delapan kartu — 22 Arcana Mayor, dari lompatan berani Sang Pandir hingga puncak tenang Dunia, dan 56 Arcana Minor di antara Tongkat, Cawan, Pedang, dan Pentakel. Baca arti setiap kartu dalam posisi tegak dan terbalik, atau temukan Arcana yang mencerminkan dirimu.
Kuis gratis berisi 12 pertanyaan yang mencocokkanmu dengan salah satu dari 22 Arcana Mayor.
Sang Pandir
Awal tanpa rasa takut
Sang Penyihir
Sang pencipta
Sang Pendeta Agung
Penjaga intuisi yang dalam
Sang Permaisuri
Pengasuh yang menyuburkan
Sang Kaisar
Pembangun struktur
Sang Imam
Penjaga makna
Sang Pecinta
Hati yang memilih
Kereta Kuda Perang
Momentum murni
Kekuatan
Kekuatan yang tenang
Sang Pertapa
Pencari batin
Roda Keberuntungan
Putaran takdir
Keadilan
Jernih dan adil
Sang Tergantung
Pergeseran sudut pandang
Kematian
Transformasi
Sang Penyeimbang
Peramu dua kutub
Sang Iblis
Hasrat yang membara
Menara
Pertumbuhan lewat guncangan
Bintang
Harapan dan pemulihan
Bulan
Fasih dalam remang-remang
Matahari
Vitalitas yang bercahaya
Penghakiman
Perhitungan dan kelahiran kembali
Dunia
Keutuhan
Jika Arcana Mayor menandai titik balik besar dalam hidup, Arcana Minor menggambarkan tekstur hari-hari biasa — pekerjaan, perasaan, pilihan, dan kemenangan kecil. Empat golongan berisi empat belas kartu masing-masing, setiap golongan adalah satu unsur dari pengalaman hidup.
As Tongkat
Percikan inspirasi
Dua Tongkat
Dunia dalam genggaman
Tiga Tongkat
Kapal-kapal di cakrawala
Empat Tongkat
Perayaan di ambang pintu
Lima Tongkat
Gesekan yang membangun
Enam Tongkat
Pawai kemenangan
Tujuh Tongkat
Bertahan di tanah tinggi
Delapan Tongkat
Anak panah kabar cepat
Sembilan Tongkat
Penjaga yang terluka
Sepuluh Tongkat
Beban yang menghimpit
Pelajar Tongkat
Murid yang bersemangat
Ksatria Tongkat
Terjangan yang membabi buta
Ratu Tongkat
Otoritas yang memancar
Raja Tongkat
Pemimpin yang visioner
As Cawan
Hati yang meluap
Dua Cawan
Janji bersama
Tiga Cawan
Perayaan bersama
Empat Cawan
Pemimpi yang tak puas
Lima Cawan
Duka yang lupa menoleh
Enam Cawan
Masa kecil yang dikenang dengan lembut
Tujuh Cawan
Gemerlap pilihan yang berlimpah
Delapan Cawan
Kepergian yang sunyi
Sembilan Cawan
Permohonan yang terkabul
Sepuluh Cawan
Pelangi di atas rumah
Pelajar Cawan
Pembawa pesan yang intuitif
Ksatria Cawan
Pencari cinta yang romantis
Ratu Cawan
Sang empati yang bijak
Raja Cawan
Penguasa perasaan yang tenang
As Pedang
Sayatan yang tegas
Dua Pedang
Pilihan yang ditunda
Tiga Pedang
Patah hati yang jujur
Empat Pedang
Tempat berlindung
Lima Pedang
Kemenangan yang hampa
Enam Pedang
Penyeberangan
Tujuh Pedang
Siasat berani
Delapan Pedang
Sangkar buatan sendiri
Sembilan Pedang
Kecemasan tengah malam
Sepuluh Pedang
Titik terendah
Pelajar Pedang
Pengamat yang ingin tahu
Ksatria Pedang
Bilah yang menerjang
Ratu Pedang
Penutur kebenaran bermata jernih
Raja Pedang
Hakim yang adil
As Pentakel
Benih kemakmuran
Dua Pentakel
Tarian di antara tuntutan
Tiga Pentakel
Sang murid dan sang ahli
Empat Pentakel
Kepalan tangan yang tertutup
Lima Pentakel
Tempat berlindung yang tak terlihat
Enam Pentakel
Timbangan yang adil
Tujuh Pentakel
Tukang kebun yang sabar
Delapan Pentakel
Keahlian yang tekun
Sembilan Pentakel
Taman yang terawat
Sepuluh Pentakel
Rumah yang penuh
Pelajar Pentakel
Murid sang tanah
Ksatria Pentakel
Pekerja yang teguh
Ratu Pentakel
Kelimpahan yang mengasuh
Raja Pentakel
Pembangun kerajaan
Arcana Mayor adalah 22 kartu "truf" di jantung dek tarot, bernomor dari 0 (Sang Pandir) hingga XXI (Dunia). Setiap kartu mewakili arketipe universal — pola manusia yang mudah dikenali, seperti awal baru, transformasi, atau keutuhan.
Arcana Minor adalah 56 kartu yang merinci sisi keseharian dari dek ini, terbagi menjadi empat golongan berisi empat belas kartu: Tongkat (api — dorongan dan ambisi), Cawan (air — emosi dan hubungan), Pedang (udara — pikiran dan konflik), dan Pentakel (tanah — pekerjaan, uang, dan tubuh).
Tidak. Banyak orang membaca Arcana seperti cara psikolog Carl Jung memandangnya — sebagai kumpulan arketipe yang hidup, mencerminkan bagian-bagian dari diri kita sendiri. Kamu bisa memperlakukan kartu-kartu ini sebagai bahasa untuk refleksi diri tanpa harus percaya pada ramalan.
Kartu dalam posisi tegak mengungkapkan arketipenya dalam bentuk yang terbuka dan nyata; kartu dalam posisi terbalik menunjuk pada tema yang sama namun berbalik ke dalam, tersumbat, atau berlebihan. Posisi terbalik menambah nuansa — bukan sekadar versi "buruk" dari kartu itu.