Lewati ke konten utama
PersonalityBerbasis Kerangka

Tes Dilema Moral

Tes dilema moral gratis: 15 skenario sehari-hari ungkap apakah Anda mengandalkan hasil, prinsip, karakter, kepedulian, atau keadilan. Hasil instan, tanpa daftar.

15 pertanyaan2 menit

Tanpa pendaftaran — hasilnya muncul seketika.

Normative ethics (consequentialist, deontological, virtue, care, justice)

Yang akan kamu temukan
  • Kacamata etika mana dari lima yang paling sering Anda andalkan
  • Skor Anda pada kelima kacamata, yang menunjukkan seberapa sering Anda menggunakan masing-masing
  • Karier dan tokoh-tokoh terkenal yang berbagi kacamata dominan yang sama dengan Anda
  • Apa yang kacamata dominan Anda ungkapkan tentang kekuatan pengambilan keputusan Anda
FAQ
  • Tes dilema moral menempatkan Anda dalam situasi di mana dua nilai yang sama-sama masuk akal saling bertentangan, misalnya kejujuran versus kesetiaan, lalu menanyakan apa yang akan Anda lakukan. Tes ini menyajikan 15 skenario sehari-hari dari dunia kerja, hubungan dekat, dan kehidupan bermasyarakat, serta menunjukkan kacamata etika mana dari lima yang paling sering Anda gunakan.

  • Tidak. Setiap pilihan dalam setiap skenario adalah sikap etis yang bisa dipertahankan, dan tidak ada yang dinilai benar atau salah. Tes ini mengukur cara bernalar yang paling Anda andalkan, bukan seberapa bermoral Anda. Kebanyakan orang menggunakan beberapa kacamata sekaligus, dan hasilnya menunjukkan kacamata yang paling sering Anda pilih sepanjang skenario.

  • Tes Penyelarasan Moral menempatkan Anda pada grid bergaya Dungeons & Dragons, dari tertib hingga kacau dan dari baik hingga jahat. Tes ini sama sekali tidak menilai Anda sebagai baik atau jahat. Tes ini menggambarkan cara Anda bernalar dalam menghadapi dilema sehari-hari: melalui hasil, prinsip, karakter, kepedulian, atau keadilan.

  • Ini adalah alat refleksi orisinal JobCannon, yang terinspirasi dari lima tradisi panjang dalam filsafat moral: etika berbasis konsekuensi, etika berbasis kewajiban, etika kebajikan, etika kepedulian, dan keadilan sebagai kewajaran. Ini bukan alat ukur psikologis yang telah divalidasi, dan tidak mengukur perkembangan moral, kemampuan penilaian, atau karakter.